Selasa, 09 April 2019

UTS MPPL




Ruang Lingkup Pekerjaan

1. Perencanaan Dan Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan

Tahap perencanaan bertujuan sebagai sarana pengambilan data mengenai alur kerja dari sistem rental online yang saat ini sedang dijalankan. Tahapannya adalah sebagai berikut:
    • Pertemuan antara pihak pengembang aplikasi dengan perwakilan dari Inspektorat
    • Pihak pengembang aplikasi memaparkan alur dengan pola aplikasi.
    • Pihak perwakilan Inspektorat memberi tambahan akan fitur aplikasi.
    • Hasil akhirnya adalah berupa kesepakatan sistem dari kedua belah pihak.

2. Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah berupa prototype desain yang diajukan oleh pengembang aplikasi yang nantinya akan dikoreksi kembali oleh perwakilan Inspektorat  jika masih ada yang kurang. Hasil akhirnya adalah desain yang disepakati oleh kedua belah pihak.
3. Implementasi Sistem
Implementasi sistem akan dilakukan selama dari waktu awal mulai perjanjian hingga 60 hari terhitung dari waktu awal.

4. Uji Coba Operasional
Uji coba akan dilakukan bisa di antara waktu implementasi dengan waktu yang tidak ditentukan. Uji coba final akan dilakukan pada hari ke-60 terhitung dari waktu awal mulai perjanjian.

5. Pelatihan Bagi Para Calon Pengguna Sistem

Akan ada pelatihan bagi admin/ personel Biro TI mengenai sistem ini agar pengguna tidak kesulitan dalam melakukan proses perekaman data keluhan nantinya. Pelatihan akan dilakukan ketika desain aplikasi sudah disetujui dan prototype sudah jadi 90%.

Proses-proses Manajemen proyek :

1. Konsepsi

Tahap konsepsi ada dua bagian, yaitu:

  1. Inisiasi Proyek. Merupakan tahap munculnya ide tentang proyek yang dimulai dari penemuan masalah. Selanjutnya masalah yang ditemukan perlu dirumuskan dengan jelas berikut tujuan pemecahan masalah tersebut. Dua hal tersebut menjadi dasar bagi pencarian alternatif solusi.
  2. Kelayakan Proyek. Merupakan proses investigasi terhadap masalah dan mengembangkan solusi secara lebih detail untuk dilihat sejauh mana solusi memberikan manfaat yang lebih besar dari pengorbanan/ biaya.  Tiga hal pokok yang harus dijawab pada tahap kelayakan ini adalah apa saja yang diperlukan, kapan dilakukan, siapa yang terlibat
2. Perencanaan
Tahap perencanaan dalam siklus hidup proyek akan meliputi kegiatan:

  • Penyiapan rencana proyek secara detail

isi rencana proyek pada umumnya meliputi: Jadwal pekerjaan, anggaran dan sistem pengendalian biaya, Work Breakdown Structure secara rinci, Bagian-bagian yang beresiko tinggi dan sulit serta rencana antisipatif untuk mengatasi masalah-masalah yang mungkin terjadi, Rencana sumberdaya manusia dan penggunaannya, Rencana pengujian hasil proyek, Rencana dokumentasi, Rencana peninjauan pekerjaan, dan Rencana pelaksanaan hasil proyek.


  • Penentuan spesifikasi proyek secara rinci

Ada dua macam jenis spesifikasi:

  1. Spesifikasi kebutuhan user. Spesifikasi ini akan berhubungan dengan hasil yang diinginkan oleh user secara umum. Spesifikasi kebutuhan user akan menentukan apakah hasil proyek dapat diterima atau tidak.
  2. Spesifikasi kebutuhan proyek. Spesifikasi kebutuhan proyek merupakan terjemahan teknis dari kebutuhan user. Terjemahan ini bisa dalam bentuk, ukuran, kapasitas, kecepatan, dll.

3. Eksekusi

 Yang tercakup dalam tahap ini adalah pekerjaan-pekerjaan seperti:

  1. Pengembangan Perangkat lunak . Dalam tahap ini spesifikasi diterjemahkan ke dalam bentuk development process.
  2. Pengadaan. Pada tahap ini dilakukan fasilitas-fasilitas pendukung maupun material.
  3. Produksi .Setelah fasilitas dan bahan tersedia, maka dilakukan pelaksanaan produksi berikut pengawasan dan pengendalian sumberdaya yang digunakan dan progress report.
  4. Implementasi. Pada tahap ini dilakukan penyerahan hasil akhir proyek, dapat juga dilakukan training untuk user.

4. Operasi

 Setelah hasil proyek diserahkan ke user maka proyek dianggap selesai. Keterlibatan kontraktor dianggap telah selesai dan user mulai mengoperasikan hasil proyek tersebut.


Manfaat penerapan manajemen proyek

  • Meminimalkan tuntutan pelaporan rutin
  • Memiliki batas waktu yang jelas
  • Mengidentifikasi metode analisa peramalan
  • Mengukur prestasi terhadap rencana
  • Mengidentifikasi masalah dini & tindakan perbaikan
  • Mengetahui jika sasaran tidak dapat dicapai/terlampau

Modul/fitur apa saja yang akan diimplementasikan untuk proyek diatas

Auditor:

  • Membuat keluhan
  • Menjelaskan detil keluhan/kendala
  • Mengirim laporan keluhan/kendala
  • Mengecek status laporan keluhan/kendala

Personel Biro IT:

  • Melihat daftar laporan keluhan/kendala
  • Mengubah status laporan keluhan/kendala

Minggu, 24 Februari 2019

Tugas 1 MPPL D : Horizon Zero Dawn





  1. Deskripsi
    Horizon Zero Dawn adalah permainan RPG third-person yang dikembangkan oleh Guerilla Games dan dipublish oleh Sony Interactive Entertaiment untuk platform PS4. Pemain mengontrol 1 karakter bernama Aloy, yang berada di tempat yang dikuasai mesin jahat. Aloy dapat mengalahkan musuh menggunakan jebakan, panah, tombak, dan bahan peledak. Selain itu Aloy juga dapat mengumpulkan bahan-bahan seperti obat untuk bertahan hidup.
  2. Tim pengembang
    Pada awalnya tim dengan 10-20 orang bekerja untuk membuat prototype. Pada puncaknya, tim pengembang berisi sekitar 250 orang ditambah sekitar 100 berkaitan sebagai aset outsource.
  3. Budget
    Berdasarkan interview oleh suatu koran, budget pengembangan dari game ini sekitar  $47 juta.
  4. Lama Pembuatan
    Guerilla Games memulai pengembangan game pada tahun 2011, dan diluncurkan untuk penjualan di amerika utara pada Februari 2017
  5. Penjualan
    Game ini terjual mendekati 117,000 copy pada minggu pertama di jepang. Game ini merupakan game yang didownload kedua terbanyak pada bulan rilis tersebut pada toko PS4 di amerika. Dalam waktu 1 tahun, sudah terjual lebih dari 7.6 juta copy di seluruh dunia.
Referensi :
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Horizon_Zero_Dawn
  • https://gearnuke.com/horizon-zero-dawn-production-budget-revealed/

Kamis, 17 Mei 2018

whatever

POSTROUTING dengan SNAT iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j SNAT --to [ip eth0] BLOCK akses UDP dari subnet ajk 10.151.36.0/24 iptables -A INPUT -p udp -s 10.151.36.0 -d [ip tujuan] --dport 53 -j REJECT BLOCK SSH HTTP HTTPS iptables -A INPUT -i eth0 -p tcp -m multiport --dports 22,80,443 -m state --state NEW,ESTABLISED -j REJECT maksimal ping 5 koneksi icmp iptables -A INPUT -p icmp -m connlimit --connlimit-above 5 -j REJECT BLOCK semua ping dari luar topologi iptables -A INPUT -s 10.151.36.0 -p icmp -j DROP Mengarahkan paket UDP yang ke A ke B iptables -t nat PREROUTING -i eth0 -j DNAT --to [ipB] Membatasi jumlah paket menjadi 25 ping iptables -A OUTPUT -m limit --limit 25/min -j ACCEPT iptables -A OUTPUT -j DROP SYN Flooding iptables -N syn_flood & iptables -A INPUT -p tcp --syn -m state --state NEW -j DROP Komputer MENANGGAL tidak diizinkan mengakses server BENOWO iptables -A INPUT -s [subnet MENGANGGAL] -j DROP Subnet KERTAJAYA tidak dapat mengakses komputer di subnet MENANGGAL iptables -A INPUT -s [subnet kertajaya] -o eth2 -m time --timestart 10.00 --timestop 19.00 -j DROP Blok port 80 agar BENOWO tidak dapat mengakses HTTP iptables -A OUTPUT -p tcp --dport 80 -j DROP LOGGING iptables -N LOGGING iptables -A OUTPUT -j LOGGING iptables -A LOGGING -m limit --limit 2/min -j LOG --log-prefix "IPTables-Dropped : " --log level 4 iptables -A LOGGING -j DROP